(Saat ummi dan ayah mendiskusikan kabar kecelakaan yang menimpa rombongan FULDFK di Purwokerto yang menewaskan mahasiswi FK UNDIP, tiba-tiba Taqiyya menyela)
T: Ummi, kalau kita itu meninggalnya masih lama ya Mi?
U: Wah, ya ummi gak tahu mbak. Bisa segera, bisa juga lama.
T: Trus, yang tahu siapa?
U: Yang tahu ya Allah nak…
T: kalau gitu, kita tanya Allah saja yuk Mi!
U: Duh..lha gimana ya, caranya nanya sama Allah?
T: Ditelpon aja Mi…yuk, kita nelpon Allah yuk?
U: -_-”
***
Suatu malam, di ruang makan bersama ummi dan ayah.
T: Mi, kalau surga itu jauh sekali ya Mi? jauh apa dekat?
U: Wah, ummi gak tahu mbak seberapa jauhnya. Kan ummi belum pernah kesana tho…
T: yang pernah kesana itu Allah ya Mi? kan Allah tinggalnya disana ya? Kalau Allah itu namanya siapa Mi?
U: Ehmm… Ya… Allah nak.
T: namanya siapa?!! (mulai ngotot karena tidak puas dengan jawaban ummi)
U: Allah, ya namanya Allah…
T: namanya siapa!!!!!
(kali ini semakin keras, ummi mulai menyerah,’melempar’ sekaligus request penguatan argumen dari ayah yang juga di ruangan yang sama)
U: ayok yah, dijelaskan yah…coba kita dengar penjelasan dari ayah ya mbak?
A: Ummi betul mbak… Allah itu ya namanya Allah. Allah itu nama…
T: (dengan polosnya) Berarti panggilnya Aw (bunyi suku pertama pada lafadz ‘Allah’)?
Spontan ummi dan ayah ngakak guling-guling; yang bertanya senyum-senyum bingun melihat kami tertawa tdiak habis-habisnya…hehehe
***
Masih di latar yang sama dengan cerita di atas, Mbak Taqiyya melihat ayah sedang menghabiskan makan malam, berupa tulang bebek goreng kesukaan ayah. Dengan penuh seksama, ekspresi serius dan penuh rasa ingin tahu, ia menyelidik.
T: Ayah makan apa?
A: Tulang bebek mbak.
T: Ayah makan tulang, biar tulangnya ayah tambah banyak ya?
Glodak… ngakak guling-guling lagi dehhh…hehehe
Luv u cinta… celoteh polosmu selalu menyimpan rasa haus pengetahuan yang besar. Juga benar-benar jadi pelipur lelah kami sehari-hari. Makin sholihah dan semangat belajar ya sayang…
triyanto mekel
November 9, 2012 at 6:29 am
Nek kasus e kaya ngene mbak “Jangan diinjak, Lintang!” http://triyantomekel.wordpress.com/2012/11/09/jangan-diinjak-lintang/ hayoo…??? wkwkwkwkwk
ummi iing
December 13, 2012 at 6:57 am
hehehe.. itu takut sama antum kel :p